Saya Penggendong

Saya sangat akrab dengan jarik, alat gendong yang populer itu. Ketika anak kami lahir dia pun segera saya gendong menggunakan jarik.
Tapi semakin lama ia semakin besar, saya tidak kuat menahan bobotnya yang semakin berat. Pernah terpikir untuk membeli kereta dorong alias stroller tapi terkendala kondisi (jalan di kampung kami hampir bebas aspal), akhirnya saya mencari cara untuk bisa menggendong dengan lebih baik. Akhirnya saya menemukan simpul jangkar/slipknot (yang anggota pramuka angkat tangan!) yang bisa digunakan pada jarik. Saya pun mengubah posisi anak saya dalam gendongan, dari yang biasanya tiduran menjadi tegak di depan dada dengan kedua kakinya terbuka seperti kaki kodok, M shape, kalau istilah jawanya “dipekeh”. Lagi pula saya melihat sendiri bagaimana konselor laktasi yang kami kunjungi dapat menenangkan Kidung yang menangis kencang hanya dengan mendekap Kidung di depan dadanya dalam posisi “dipekeh” seperti itu.
Dari sini lah saya berkenalan dengan dunia babywearing alias menggendong. Beranjak dari jarik saya belajar menggunakan ring sling dan akhirnya jatuh cinta pada woven wrap. Pak Suami pun merestui pilihan saya, dia bilang, “Kamu kan mantan anggota pramuka bu, soal ikat-mengikat gitu kamu jagonya!”, haha… Saya menikmati betapa efektif dan efisiennya menggendong bayi dengan cara ini. Tangan saya bisa bebas melakukan hal lain sambil terus mendekap dan mengawasi anak kami, dan betapa mudahnya merespon kebutuhannya saat ia berada dalam gendongan karena wajahnya hanya berjarak sepalingan muka dari saya. Kami berpetualang bersama, ia melihat apa yang saya lihat, dan posisinya yang berada rapat di dada membuat ia selalu bisa merasakan degupan jantung saya, sesuatu yang sudah lama dikenalinya sejak ia berada di dalam kandungan dan membuatnya tenang.
Kini kami ingin membagi pengalaman menggendong ini dengan para orang tua dan atau mereka yang ingin dan perlu menggendong keponakan, cucu atau kerabat lainnya. Inilah wadah yang kami gunakan untuk belajar bersama dan saling membagi pengalaman dengan anda. Di dalam setiap gendongan anak-anak tersebut terus bertumbuh, oleh karena itu mari jadikan gendongan menjadi tempat berkembang yang baik bagi mereka.
Selamat menggendong!
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s